Rabu, 18 Mei 2016

Rahwana Menggugat rama hanoman

PENDAHULUAN

Apakah kalian pernah mendengar cerita rhama dan sintha?

Mereka menyebutnya cerita cinta sejati, dari pria yang kekasihnya direbut oleh seorang rahu yang fana, sang dasa muka, sang rahwana 
Didalamnya disebutlah rahwana dalam lakon :

Rahwana Penculik kekasih orang itu adalah seorang yang lahir dari perut seorang putri raksha yang memadu kasih dan setia dengan seorang brahmana ksatria.

Rahwana Penculik kekasih orang yang selama masa kecilnya belajar sebagai seorang brahmana di dalam hutan yang terpencil, dan menguasai serat jinendra pangruwating diyu di usia belasan

Rahwana Penculik kekasih orang yang selama masa mudanya, belajar menjadi seorang nagarawan, dan mencapai gelar kasta satria.

Rahwana penculik kekasih orang yang merupakan murid dari suBALI, yang menguasai lima kesunyian, yang merupakan inti pelepasan hawa nafsu dari diri seorang mahluk insani

Rahwana yang dihina dina setelah kekalahan perang yang menghabisi setiap pengikut setianya dalam PUPUTAN demi membela negaranya alengka yang agung dan bertingkat tiga.

oleh karenanya kami mengajukan GUGATAN sebagai berikut
========================================================================

TENTANG TUDUHAN MERAMPAS KEMERDEKAAN ORANG LAIN PADA RAHWANA

Kucoba merasionalisasikan kisah ini dengan analisis kriminologis,

Dan kutemukan sudut pandang kekorbanan (viktimologi), dimana korban dalam cerita rama sinta ini disebutkan adalah sinta yang dirampas kemerdekaannya dalam memilih lelaki yang dicintainya oleh lelaki yang bengis bernama rahwana.

Yah rahwana yang sama dengan lakon yang kujabar sebelumnya adalah pelaku yang dituduh merampas kemerdekaan sinta secara bersama-sama dengan beberapa pasukannya di hutan alengka

Dimana perampasan kemerdekaan itu dilakukan dengan menipu rama dengan kijang emas agar meninggalkan kekasihnya tanpa pengawasan yang cukup
Dimana selanjutnya rahwana dan pasukannya masuk kedalam hutan yang merupakan bagian dari kawasan dari negaranya dan memindahkan sinta kedalam sebuah taman yang indah TANPA PERNAH MENYENTUH SINTA.

Pertanyaannya adalah apakah sinta diculik, atau ikut secara suka rela bersama rahwana untuk melihat alengka?

Dalam keterangan hanoman, dikatakan  bahwa sinta berada dalam taman asoka, yang dijaga oleh banyak pasukan terbaik rahwana, dan beberapa pembantu yang menyediakan segala kebutuhan sinta.
Bahwa hanoman yang katanya merupakan pengejawantahan wisnu, kemudian mengobrak abrik taman itu dan bertemu sinta, namun hanoman tidak pernah membawa sinta keluar dari taman asoka milik alengka.

Apakah karena sinta memang tak mau ikut hanoman?, ini artinya sinta punya kebebasan atau setidak-tidaknya memiliki kesempatan bebas, namun tidak mau keluar dari taman asoka.

Setelah bertemu sinta, hanoman lalu tertangkap oleh panah indrajit, dan takdapat bergerak, dan dalam pengadilan alengka yang dipimpin rahwana langsung, hanoman mengaku sebagai pembawa pesan perang, dan menurut rahwana seorang pembawa pesan perang tidak boleh di bunuh meskipun telah merusak taman alengka, taman kesayangan milik rumah besar para raksha.
Lalu hanoman mengaku telah berhasil melarikan diri, dari kungkungan alengka dan sebelum keluar dari alengka sempat membakar sebagian Kuta kerajaan alengka yang sangat luas dan berundak tiga itu.

Hanoman putra wisnu, membawa berita prang kenegara orang, namun melakukan pengrusakan dan pembakaran

Hanoman putra wisnu yang agung, seorang keturunan kapila wanara terkuat itu, yang diutus mencari sinta, malah menyampaikan pesan untuk melakukan perkelahian tanding antara rama dan rahwana

Hanoman yang hebat putra wisnu yang membakari rumah orang-orang bangsa raksha yang bukan tentara, dan bukan pasukan perang, tapi warga sipil, sekali lagi HANOMAN MEMBAKARI RUMAH WARGA SIPIL. 

dan merusak taman terindah milik orang yang tidak mau diikuti sinta untuk keluar dari taman asoka meski sinta memiliki kesempatan itu.

Apakah bangsa raksha bukan mahluk insani karna tubuh mereka besar, jadi mereka berhak dibunuhi dan dibakari rumahnya oleh titisan wisnu?

Oleh karena bukti bukti yang ada menunjukkan perpindahan sinta dari taman alengka tidak menunjukkan luka dan perlawanan dari sinta, dan tidak maunya sinta pergi dari alengka saat di ajak hanoman yang merupakan utusan rama
 Kami Menolak Tuduhan Perampasa Kemerdekaan Yang Di Tuduhkan Kepada Rahwana
========================================================================
DALAM GUGATAN

Bersama ini kami mnegajukan gugatan kepada jiwa yang masih memiliki welas asih untuk memeriksa dan mengadili
Perkara genosida oleh pasukan kapila wanara yang dipmpimpin rama dan hanoman serta perbuatan melawan hukum oleh hanoman yang telah merusak dan membakar kuta raja alengka diraja yang dilakukan dengan cara-cara berikut :

- Bahwa hanoman memasuki kawasan alengka secara melawan hukum dengan cara bersembunyi dan mengendap-endap pada saat sore hari

- Bahwa setelah mengetahui keberadaan sinta hanoman menerobos masuk kedalam taman kerajaan yang mneimbulkan kepanikan penjaga astana pura alengka

- Bahwa setelah menimbulkan kepanikan hanoman memukuli para pasukan penjaga astana pura alengka dengan pohon yang dicabut di taman asoka, astana pura alengka

- Bahwa setelah tertangkap, hanoman mengaku adalah utusan perang yang kemudian dileps oleh pasukan alengka, namun sebelum keluar dari alengka hanoman membakari rumah milik warga alengka diraja

- Bahwa keesokan harinya pasukan kapila wanara yang dipimpin rama dan hanoman telah lebih dulu mengepung gerbang alengka dengan pasukan 

- Bahwa rama melakukan penghasutan terhadap bibisana untuk melawan saudara tirinya

- Bahwa atas bimbingan bibisana seluruh warga astana pura alengka maninggal duia termasuk warga sipil yang dibantai oleh pasukan kapila wanara yang dipimpin oleh rama dan hanoman

  Berdasarkan fakta – fakta diatas kami memohon pada jiwa yang dibalut cinta agar memutuskan
1. Rahwana tidak melakukan penculiakn terhadap sinta

2. Bahwa rma telah bersalah melakukan pembantauan tarhadap warga sipil dimasa perang seperti pembantaian israel pada palestin yang dibungkus kata-kata manis bau amis

3. Bahwa hanoman telah bersalah membakar rumah warga sipil milik masyarakat alengka yang tidak menyerangnya

Dan apabila jiwa yang dibalut cinta dan welas asih berpendapat lain maka kami memohon keputusan yang seadil-adilnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar